Pengakuan Penembak Mobil Keluarga di Tol JORR: Itu untuk Peringatan

Jakarta – Rachmanto, pelaku penembakan mobil keluarga di Tol JORR, Kampung Rambutan, Jakarta Timur, terus diperiksa intensif di Mapolres Jakarta Timur. Rachmanto yang saat itu mengendarai Kia Picanto mengaku sengaja menembak untuk memberi peringatan kepada korban.

Ditemui di Mapolres Jakarta Timur, Jatinegara, dengan gamblang Rachmanto menceritakan kronologi peristiwa tersebut. Dia membantah jika dianggap lebih dulu menyalip mobil Daihatsu Xenia bernopol B 1125 KVI yang berisi Dwi bersama istri dan dua anaknya (5 tahun dan 1 tahun).

“Awalnya itu justru dia duluan yang nyalip saya. Terus saya ngebut, nggak kekejar. Itu kecepatan 120 km/jam. Saya gas lagi sampai 140 km/jam, saya salip. Nggak lama, disalip lagi sama dia. Begitu saya mau lewat, nggak dikasih jalan,” papar Rachmanto, Kamis (30/7/2015).

Saat hendak menyalip lagi, Rachmanto mengaku kaget melihat ada anak kecil di dalam Xenia. Dia tak menyangka si pemilik Xenia berani membawa mobil kecepatan tinggi meski di dalamnya ada anak kecil.

“Saya pikir ini orang gila, bawa anak kecil, tapi bawa mobilnya kebut-kebutan. Saya saja yang sudah 10 tahun menikah, nggak punya anak, nggak dikasih-kasih,” lanjutnya lagi.

Saat mobil bersebelahan inilah, Rachmanto membuka kaca dan langsung menembakkan airgun ke kaca Xenia. Dia membantah jika aksi ‘koboi’ itu untuk mencelakakan.

“Maksud saya, saya mau kasih peringatan ke dia. Kalau nggak sayang sama anaknya, buat gua aja,” terang Rachmanto yang saat wawancara mengenakan topeng.

“Saya tidak bermaksud jahat, saya tidak kabur, saya juga tidak berusaha menghilangkan barang bukti, tidak menghilangkan identitas, bahkan waktu mobil saya difoto, saya sudah tahu. Bagi saya tidak ada masalah dia foto,” sambung dia lagi. Rachmanto mengaku siap dicek soal kebenaran pengakuannya ini.

Sementara itu, dari kronologi yang ditulis Dwi di laman facebook, Dwi berkendara di lajur 3, lalu saat hendak ke Jagorawi pindah ke lajur dua. Tiba-tiba mobil Picanto disebut memotong dari tengah dan dianggap berbahaya.

Setelah insiden itu, mobil Dwi memberikan lampu sebagai tanda cara menyetir mobil merah itu membahayakan. Akhirnya mereka pun dalam posisi sejajar, dan di situlah Dwi mendengar bunyi benturan yang diikuti dengan kaca mobil yang retak.

“Sesaat saya pikir mobil saya dilempar batu atau apalah dari mobil picanto tsb krn saya ingat mobil picanto kaca sebelah kiri terbuka sesaat sebelum mobil saya sejajar dgn picanto. Saya cek kaca kembali, kaca pecah dan ada lubang kecil 1 buah. ASTAGHFIRULLAH, mobil saya ditembak!” demikian tulisnya di facebok seperti dikutip detikcom, Rabu (29/7/2015).

  • Pengakuan Penembak Mobil Keluarga di Tol JORR: Itu untuk Peringatan
    Foto: Edward
  • Pengakuan Penembak Mobil Keluarga di Tol JORR: Itu untuk Peringatan
    Foto: Edward
  • Pengakuan Penembak Mobil Keluarga di Tol JORR: Itu untuk Peringatan
    Foto: Edward

NIP

NIP nomor induk pegawai sangat jelas mengidentitasi orang yang mempunyai NIP tersebut dimana dinomor tersebut jelas tanggal lahir, bulan tahun serta kapan orang itu jadi pegawai. hanya tempat kerjanya masih terpisah yaitu kode daerah atau kode posnya kisahnya.

Saya juga pegawai punya NIP yang saya hanya sekedar ingat angka ternyata sering kaget seperti bulan nopember ini saat saya santai dan duduk di kantor ada teman-temen yang mengucapkan selamat ulang tahun, sepontan saya kaget dan langsung ingat, maklum dikeluargaku cuek-cuek masalah ulang tahun karena kesibukan dan sibuk dengan kerjaan , istriku sebagai guru dan anakku kuliah dan sekolah semua tiap hari berangkat pagi-pagi ke kantor dan ke tempat belajar, setelah buka fb ternyata banyak juga yang mengirim ucapan selamat ultah ‘HBD’

Untung saat teman mengucap selamat ulang tahun ada yang bersamaan bulan itu juga dan akhirnya kami dan tema-teman minum dan makan bersama di rumah makan, karena kami di Kalimantan, ingin merasakan masakan asal orang nomor satu yaitu rumah maka ‘ayam bakar wong solo’SAM_5757 SAM_5763 SAM_5768 SAM_5770 SAM_5769 SAM_5767 SAM_5766 SAM_5765 SAM_5764 SAM_5762 SAM_5759 SAM_5754

Masa Awal di Kantor Baru

Pada ajaran 2014/2015 saya kena mutasi dari SMAN 2 Kandangan ke SMA IBNU MAS”UD PUTRI dimana merupakan pondok pesantren yang didalamnya ada SMP dan SMA yang sebenarnya pondok pertama dan utama dan satu-satunya pondok pesantren putri unggulan yang ada SMP dan SMA dan sejak tahun 90 an sudah mengangkat nama HSS ke dunia pendidikan terutama dibidang siar agama yang alumni yang lulus terbaik pada jurusan bahasa saat itu. dengan diterbitkannya dikoran Tribun Kalteng dengan judul ‘SMA berprestasi minim siswi’.
Saya pindah ke SMA IBNU MAS’UD PUTRI tepatnya tanggal 14 Juli 2014 ( SK nmr 824/0162-SIPEG/BKD,DIKLAT/2014 ) untuk penyegaran dan sesuai dengan hati saya yang ingin mengenal pondok apalagi kedua anak saya sekolah pondok di ponpes SMA Al Baladul Amin HSS dan juga saya baru saja melaksanakan ibadah haji 1434H/ tahun 2013M dan sekaligus bergaul dan belajar dengan ulama dan pimpinan pondok pesantren tersebut agar dapat mencontoh dan mengamalkan ilmu islam secara benar. Saya masuk setelah libur puasa dan masuk ajaran baru tanggal 14 Agustus 2014 di SMA yang baru yaitu SMA Ibnu Mas’ud Putri, walaupun swata tapi saya merasa cocok dan mudahan benar adanya untuk menerapkan ilmu dunia yaitu ilmu fisika yang saya ampu selama ini, mudahan ilmu yang saya sampaikan sesuai dan standar ilmunya anak SMA.
Keuntungan saya dimutasi ;
1. Karena kehendak Allah SAW agar saya merenungkan diri
2. Saya merasa dihijrahkan ke tempat yang cocok mudahan benar agar bermanfaat dunia akhirat
3. Menghilangkan persaingan dunia baik masalah rejeki maupun masalah jabatan yang sering salah paham
4. Ditempat SMA yang baru ajaran 2014/2015 saya ngajar X = 9 dan XI = 4 tatap muka dan wakasek kesiswaan(=12 ) total 25 jam tatap muka ( SK nmr 424.5/650/SK/2014 ), sedang saat ajaran 2013/2014 di SMAN 2 Kdg dan yang lalu-lalu saya ngajar X = 12 dan XI = 12 lintas minat Xips=3 serta kepala lab.Fisika ( =12 ) kalau ditotal 39 jam ngajar ( SK nmr 800/1064-KP/SMA.02/2013 )
5. Dari nomor 4 jelas saya merasa untung tenaga tatap muka mudahan beberkah, dan saya tidak menyesal saat di SMAN 2 Kdg saat itu malahan saya senang sebagai pengalaman hidup yang takterlupakan.
6. Saya tetap mendapat setifikasi guru baik sekarang yg 25 jam tatap muka atau dulu yg 39 jam tatap muka, alhamdulillah

Demikian saya bahas agar menjadi tauladan hidup oleh saya maupun yang lain, mudahan bermanfaat dan mendapat ridha Allah SAW, amiinFoto001 - Copy Foto003 Foto037 2 - Copy - Copy anak ibmapi un - Copy haul kalendr - Copy (2) we ft Foto31 Foto000 - Cy

Just another WordPress.com site